Sepanjang sejarah lapangan kerja
modern selalu terdapat dua sumber informasi lapangan kerja :
- Sumber formal berupa iklan
- Sumber informal dari individu tertentu dengan organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Pada umumnya perusahaan memang
memasang iklan dalam upaya mendapatkan tenaga kerja baru. Mass media biasanya
merupakan sarana yang paling efektif untuk memasang iklan itu. Bagi para
pencari kerja penting diperhatikan bahwa ada kalanya iklan itu ada yang
bersifat jebakan belaka, dalam rangka mencari tenaga kerja wanita yang akan
mereka manipulasi secara negatif. Karena itu para pencari kerja wanita harus
hati-hati dalam memilih calon majikan.
Pada masa lampau setiap iklan lapangan kerja biasanya memberi syarat bahwa
calon pelamar pandai mengetik dan ahli dalam tata buku A dan B.
Tetapi belakangan ini syarat-syarat itu sudah berubah. kini yang diperlukan
adalah para calon karyawan/karyawati yang mampu berbahasa inggris, komputer,
akuntansi. Hampir tak pernah lagi kita melihat persyaratan mengetik dan tata
buku A dan B itu.
Faktor pendidikan dan keterampilan
Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa faktor pendidikan dan keterampilan
sangat penting dalam persaingan-persaingan merebut lapangan kerja. Mereka yang
sudah memperoleh pendidikan lebih tinggi biasanya mendapat peluang lebih banyak
untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang
pendidikannya relatif lebih rendah. Bahkan pada sejumlah negara bukan hanya
tingkat pendidikan melainkan juga universitas favorit turut menentukan. Di
Indonesia mereka yang berhasil meraih pendidikan pada Universitas Indonesia dan
Gajah Mada lebih berpeluang dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang hanya
tamat dari universitas-universitas lain, meskipun dalam kenyataannya belum
tentu kurang mutunya. Begitu pula mereka yang tamat Universitas dianggap lebih
tinggi daripada tamatan akademi atau kursus. Kecuali itu akhir-akhir ini sangat
menarik perhatian bahwa para tamatan universitas di negara-negara maju seperti
Inggris, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Kanada dianggap lebih pintar
dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang hanya tamatan universitas dalam
negeri. Karena itulah banyak para pembesar dan orang kaya berlomba mengirim
para putera puteri mereka untuk studi dipelbagi lembaga pendidikan manca negara
dengan asumsi bahwa kelak anak-anak mereka akan mampu meraih ilmu pengetahuan
dan keterampilan yang lebih baik, sehingga peluang mendapatkan lapangan kerja
lebih mudah. Bahkan kadang-kadanmg anak-anak yang beruntung itu dikirim ke
manca negara jauh sebelum mereka berhasil menamatkan SLTA.
Faktor Bahasa
Setelah faktor pakaian dan penampilan, faktor bahasa pun sangat penting pula.
dalam hal ini perlu diperhatikan susuna bahasa yang menarik, tata bahasa yang
tepat, ucapan dan artikulasi yang tepat, intonasi dan tingkat kecepatan
berbahasa yang normal, jangan bicara terlalu cepat dan jangan pula terlalu
lambat.
Untuk mencapai hasil optimal, sebaiknya sebelum kita melakukan wawancara yang
sesungguhnya kita mengadakan latihan dengan seorang teman yang bertindak
sebagai pewawancara dengan wawancara yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
Untuk bahasa Inggris perlu diperhatikan benar ucapan yang digunakan apakah
British Pronunciation atau American Pronunciation dan sebagainya. Namun akan
lebih baik lagi jika terlebih dahulu kita ketahui bahasa Inggris apa yang bakal
digunakan oleh calon pewawancara kita itu. Dan kita harus menyesuaikan diri
dengan bahasa yang bakal dipergunakan.
Faktor Etiket
Salah
satu faktor yang sangat penting dalam kultur dan peradaban manusia adalah faktor
etiket. Sudah diakui secara universal bahwa etiket merupakan kunci sangat utama
bagi sukses atau gagalnya seseorang dalam pergaulan hidup. Banyak orang yang
sukses dalam karir mereka disebabkan mampu melaksanakan etiket pergaulan hidup,
meskipun ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka sedang-sedang saja.
Sebaliknya banyak sekali manusia yang gagal dalam karir mereka semata-mata
karena tidak mempunyai etiket yang baik, kendatipun mereka memiliki ilmu
pengetahuan dan keterampilan yang besar. Dalam upaya mencari lapangan kerja
perlu dipelajari dan diperhatikan secara sungguh sungguh pelbagai macam etiket
misalnya Etiket Indonesia, Etiket Barat, Etiket Jepang, Etiket Cina, dan
seterusnya. Etiket yang kita gunakan harus sesuai dengan etriket pewawancara.
Faktor Kesenian
Karim (bukan nama sebenarnya) memiliki suara emas dan terkenal sebagai biduan. Ternyata ini merupakan credit point baginya untuk diterima sebagai karyawan salah satu perusahaan di ibu kota. Fakta-fakta ini membuktikan bahwa kemahiran seseorang di bidang kesenian dapat pula merupakan bantuan baginya untuk mendapatkan lapangan kerja.
Bahkan para seniman dapat berdikari. Mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. sebutlah misalnya mereka yang berbakat :
- Seni suara, bisa jadi biduan atau biduanita
- Seni lukis
- Seni patung
- Seni pertamanan
- Seni tari
- seni fotografi
- Seni drama
- Seni dekorasi, dan masih banyak lagi
Faktor Sexual Drive
Ini bukan porno. Sexual drive disini dalam arti positif. karena itu selalu mudah mendapatkan rasa sympaty dari pelbagi pihak.
Oleh karena itu jika anda ingin mendapatkan lapangan kerja jagalah agar sexual drive anda selalu sehat dan mantap. Jangan sampai anda merusakkan sexual drive anda dengan pelbagi perbuatan yang merusak seperti prostitusi, onani, mastrubasi, dan segala perbuatan yang merusak lainnya.
Sexual drive yang sehat dan mantap akan memenangkan wawancara pribadi.
ini soal sepele. Namun dalam realita tidak demikian. kemahiran bicara melalui telepon dapat mempengaruhi sikap klien, langganan dan rekanan terhadap perusahaan yang bersangkutan. seorang resepsionis atau sekretaris yang memiliki suara merdu dan sikap sopan serta ramah akan mampu membuat citra positif dan indah dalam pemikiran paralangganan.
*baca selanjutnya di materi yang akan datang.

0 Response to "LAPANGAN KERJA"
Post a Comment